AC inverter dan AC non inverter serta cara kerjanya

 

AC inverter dan AC non inverter serta cara kerjanya

AC non inverter dan AC inverter serta cara kerjanya - di jaman modern ini AC sudah di anggap sebagai kebutuhan pokok,terlebih lagi di negara-negara yang memiliki iklim tropis AC menjadi begitu di butuhkan karena mampu menstabilkan suhu pada ruangan dan memberikan kenyamanan dalam beraktifitas maupun sedang beristirahat,dalam industri AC sering kali juga digunakan untuk menjaga suhu ruangan tertentu misalkan server,data center dan lain-lain,karena ruangan tersebut beroperasi 24 jam untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kerusakan atau eror pada perangkat akibat kepanasan.

Baca juga : Komponen-komponen pada AC dan fungsinya

Namun yang biasanya menjadi bahan pertimbangan orang-orang khususnya dalam rumah tangga untuk menggunakan AC yaitu karena konsumsi listriknya yang sangat besar yang mengakibatkan tagihan listrik membengkak,namun sebenarnya ada beberapa faktor yang mengakibatkan hal tersebut,seperti cara kerja AC dalam menjaga suhu ruangan dan penggunaan AC dalam durasi yang lama.

Nah di artikel ini saya akan menjelaskan perbedaan AC non inverter atau standar dan AC inverter mulai dari cara kerjanya dalam menjaga suhu ruangan dan kelebihan dan kekurangannya masing-masing,agar kalian memiliki minimal sedikit pengetahuan dalam memilih jenis AC.


Cara kerja AC non inverter

Ac non inverter secara umum disebut AC biasa atau AC standar jenis AC ini kerap dianggap AC yang boros listrik dianggap begitu karena menggunakan sistem mati/nyala atau on/off,maksudnya saat kita menyalakan AC dengan settingan pada remote misalkan 20 derajat,maka kompresor akan langsung bekerja secara maksimal dan akan off total ketika suhu ruangan sudah mencapai 20 derajat,contoh AC yang memiliki daya 900 watt ketika AC di nyalakan daya listrik yang dibutuhkan kompresor untuk on 900 watt sehingga kompresor akan bekerja secara maksimal sampai suhu ruangan yang kita tentukan sudah terpenuhi atau sudah terasa dingin maka kompresor akan off,jadi setiap kali kompresor menyala daya listrik yang di butuhkan cukup tinggi,dengan sistem on/off ini lah yang membuat AC non inverter boros listrik.

AC inverter dan AC non inverter serta cara kerjanya


Cara kerja AC inverter

Jenis AC ini akhir-akhir ini mulai banyak peminatnya khusunya perkantoran atau gedung-gedung yang melakukan program efisiensi energi,karena selain penggunaan listriknya yang lumayan hemat AC inverter ini juga lebih cepat mendinginkan ruangan dan tingkat kebisingannya pun lebih rendah dibandingkan AC jenis non inverter atau AC standar,dikatakan AC inverter karena teknologi yang digunakan jenis AC ini menggunakan inverter itu sendiri,inverter adalah alat yang mengubah arus listrik searah(DC) menjadi arus listrik bolak-balik(AC),singkatnya arus listrik yang awalnya arus listrik bolak-balik(AC) diubah ke arus listrik searah(DC) kemudian diubah lagi menjadi arus listrik bolak-balik(AC) tujuannya untuk mengontrol putaran kompresor,nah untuk cara kerja jenis AC inverter ini dia tidak menggunakan sistem on/of melainkan hanya memperlambat putaran kompresor apabila suhu ruangan yang kita tentukan sudah tercapai atau sudah terasa dingin,contoh AC jenis inverter dengan daya 900 watt dengan settingan pada remote misalkan 21 derajat ketika pertama kali di nyalakan kompresor tetap membutuhkan daya listrik yang lebih besar dibandingkan AC non inverter untuk on,tapi ketika suhu pada ruangan sudah tercapai atau terasa dingin alih-alih mati kompresor tetap on namun dengan putaran sangat lambat,perlahan kompresor akan mempercepat putarannya ketika suhu pada ruangan berangsur naik atau sudah terasa panas,sehinggah penggunaan listriknya pun sangat minim karena dia hanya membutuhkan daya listrik yang besar pada saat pertama kali AC di nyalakan,inilah perbedaan utama AC jenis inverter dan non inverter atau standar.

AC inverter dan AC non inverter serta cara kerjanya


Untuk masing-masing kekurangan dan kelebihannya.

AC inverter

1. Daya listrik yang dibutuhkan saat pertama kali dinyalakan 
  • AC inverter membutuhkan daya listrik yang lebih besar dibandingkan AC non inverter saat pertama kali dinyalkan namun saat ruangan sudah terasa dingin penggunaan listrik akan menurun secara drastis.
2. Kecepatan dalam mendingin ruangan 

  • paling cepat dari semua jenis AC.
3. Efisiensi energi

  • sangat efisien dengan catatan penggunaan pada ruangan tepat,seperti ruangan yang pintunya tidak terbuka tutup.
3. Harga 

  • lebih mahal diantar semua jenis AC.
4. Ketika terjadi kebocoran freon 

  • AC inverter tidak akan bisa on atau eror ketika terjadi kebocoran freon,tujuannya agar tidak terjadi kerusakan pada kompresor atau komponen lainnya.


AC non inverter

1.Daya listrik yang dibutukan saat pertama kali dinyalakan

  • Besar,dan akan membutuhkan arus yang besar saat kompresor kembali on.

2. kecepatan dalam mendinginkan ruangan

  • standar

3. Efisiensi energi

  • tidak efisien,karena setiap kali kompresor start membutuhkan tarikan listrik yang besar.

4. Harga
  • paling murah diantar semua jenis AC.
5. Ketika terjadi kebocoran freon

  • AC non inveter bisa on walaupun dalam keadaan freon yang sudah habis dan tidak aman bagi kompresor dan komponen lainnya jika didiamkan dalam waktu yang lama.


Itu tadi sedikit penjelasan tentang AC inverter dan AC non inverter serta cara kerja dan perbdaannya,semoga bisa di pahami dan bisa bermanfaat.


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url